{"id":4273,"date":"2019-09-11T03:14:30","date_gmt":"2019-09-11T03:14:30","guid":{"rendered":"http:\/\/bdp.fpik.ipb.ac.id\/?p=4273"},"modified":"2019-09-23T08:19:31","modified_gmt":"2019-09-23T08:19:31","slug":"ipb-ciptakan-hormon-pemacu-pertumbuhan-ikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/?p=4273","title":{"rendered":"IPB Ciptakan Hormon Pemacu Pertumbuhan Ikan"},"content":{"rendered":"<div id=\"attachment_4276\" style=\"width: 800px\" class=\"wp-caption aligncenter\"><a href=\"http:\/\/bdp.fpik.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/ikan-1.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" aria-describedby=\"caption-attachment-4276\" class=\"wp-image-4276 size-large\" src=\"http:\/\/bdp.fpik.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/09\/ikan-1-1024x292.jpg\" alt=\"\" width=\"790\" height=\"225\" \/><\/a><p id=\"caption-attachment-4276\" class=\"wp-caption-text\">Foto Kolam Percobaan<\/p><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Peneliti dari Institut Pertanian Bogor, Dr Alimuddin, menghasilkan inovasi &#8220;Fishgrow Stimulant&#8221; (FGS) atau hormon pertumbuhan ikan yang bisa meningkatkan lanjut pertumbuhan ikan hingga 2-3 kali lipat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Kami mengembangkan suatu bahan yang bisa memacu pertumbuhan ikan dengan hormon pertumbuhan yang diproduksi melalui bakteri,&#8221; kata Dr Alimuddin, pengajar dari Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB, dalam siaran persnya, Selasa (7\/5).<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Alimuddin menjelaskan, latar belakang ia menghasilkan inovasi tersebut karena melihat latar belakang Indonesia yang memiliki berbagai jenis ikan yang harganya mahal tetapi pertumbuhannya lambat.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dicontohkannya ikan sidat, ikan gurame atau ikan kerapu. Untuk ikan gurame saja harus menunggu lebih dari satu tahun untuk mendapatkan ikan yang siap jual. &#8220;Saat FGS diberikan pada ikan gurame, ikan sidat dan ikan nila ternyata hasilnya bagus,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dijelaskannya tingkat produksi budidaya ikan konsumsi ditentukan oleh laju pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup ikan. Namun, laju pertumbuhan akan menentukan lama waktu pemeliharaan mencapai ukuran konsumsi atau dapat dijual.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Metode untuk meningkatkan laju pertumbuhan yang ada saat ini masih belum mudah diaplikasikan dengan cepat oleh pembudidaya ikan. Untuk mendapatkan FGS, lanjut Alimuddin, ia memilih metode &#8220;recombinant growth hormone (rGH)&#8221; karena mampu memberikan perbaikan genetik sebesar 200 persen.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Menurutnya, mekanisme kerja FGS secara langsung mampu menginduksi diferensiasi sel-sel prekursor terkait fungsi fisiologi (metabolisme lemak, karbohidrat, suplai nitrogen pada organisme masa pertumbuhan, dan lain-lain.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">&#8220;Dan hasil secara tidak langsung adalah mampu meningkatkan produksi IGF-I pada sel-sel yang berdiferensiasi &amp; IGF-I di hati,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Sumber : REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR<br \/>\nLink berita : https:\/\/www.republika.co.id\/berita\/trendtek\/sains\/mmekmw\/ipb-ciptakan-hormon-pemacu-pertumbuhan-ikan<\/p>\n<p>Sumber Video Source :  greentv.ipb.ac.id<br \/>\n&nbsp;<br \/>\n<center><iframe loading=\"lazy\" width=\"560\" height=\"315\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/vOlSHkBJjL0\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture\" allowfullscreen><\/iframe><\/center><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Peneliti dari Institut Pertanian Bogor, Dr Alimuddin, menghasilkan inovasi &#8220;Fishgrow Stimulant&#8221; (FGS) atau hormon pertumbuhan ikan yang bisa meningkatkan lanjut pertumbuhan ikan hingga 2-3 kali lipat. &#8220;Kami mengembangkan suatu bahan yang bisa memacu pertumbuhan ikan dengan hormon pertumbuhan yang diproduksi melalui bakteri,&#8221; kata Dr Alimuddin, pengajar dari Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[226,216],"tags":[296,371,373],"class_list":["post-4273","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","category-informasi","tag-dosen","tag-ikan-nila","tag-rgh"],"views":4,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4273","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4273"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4273\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4273"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4273"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4273"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}