{"id":3048,"date":"2018-10-25T05:47:40","date_gmt":"2018-10-25T05:47:40","guid":{"rendered":"http:\/\/bdp.fpik.ipb.ac.id\/?p=3048"},"modified":"2018-10-25T07:45:47","modified_gmt":"2018-10-25T07:45:47","slug":"bdp-dan-issa-mengadakan-kegiatan-icab-2018","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/?p=3048","title":{"rendered":"BDP dan ISSA Mengadakan Kegiatan ICAB 2018"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-3050\" src=\"http:\/\/bdp.fpik.ipb.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/10\/IMG_9962-300x200.jpg\" alt=\"\" width=\"500\" height=\"333\" \/><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Departemen Budidaya Perairan (BDP) dan\u00a0<em>Indonesian Society for Scientific Aquaculture<\/em>\u00a0(ISSA) pada tanggal 11 dan 12 Oktober 2018 mengadakan konferensi internasional untuk kedua kalinya, yaitu\u00a0<em>International Conference on Aquaculture Biotechnology<\/em>\u00a0bertempat di Gedung IICC, Botani Square, Baranangsiang, Bogor. Kegiatan dua tahunan ini merupakan upaya untuk menjembatani dunia sains dengan industri akuakultur, yaitu suatu bidang produksi pangan yang\u00a0telah memainkan peranannya dalam memasok pangan global. Oleh karena itu untuk memenuhi permintaan produk perairan, akuakultur harus dikembangkan menuju industrialisasi melalui peranan bioteknologi.<\/p>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Bioteknologi telah terbukti secara efektif dan efisien meningkatkan produksi pangan, proses produksi, dan kualitas produk. Sebagai ilmu pengetahuan terapan, bioteknologi telah menjadi daya tarik luar biasa bagi para pengusaha dan praktisi karena memberikan kesempatan tak terbatas untuk mengembangkan teknologi baru yang dapat memperkuat industri akuakultur<\/p>\n<p>Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Dr. Luky Adrianto mengatakan bahwa untuk dunia akuakultur, bioteknologi merupakan jembatan akuakultur untuk menghasilkan produk yang lebih baik, induk yang lebih sehat bahkan produktivitas perairan yang lebih baik.<\/p>\n<p>&#8220;Sains mampu menjawab bagaimana kegiatan budidaya bisa terus berkelanjutan dengan kualitas yang lebih baik dan bisa memenuhi kebutuhan dari teman-teman di dunia industri,&#8221; ungkapnya. Contohnya adalah bagaimana tanaman herbal meningkatkan imunitas dari ikan dan udang, bagaimana cara untuk meningkatkan kualitas lingkungan di wadah budidaya dengan menggunakan serangga sebagai bioindikator. &#8220;Atau misalnya dengan bioflok untuk meningkatkan kualitas perairan supaya ikan bisa tumbuh lebih cepat,&#8221; tuturnya.<\/p>\n<p>Luky melihat peran strategis dari akuakultur untuk bisa menjadi bagian dalam memenuhi kebutuhan pangan dunia di masa depan. &#8220;Linking sains akuakultur ke industri itu suatu keharusan\u201d, bebernya.<\/p>\n<p>Konferensi menghadirkan pakar-pakar internasional bioteknologi akuakultur sebagai narasumber, antara lain Thavasimuthu Citarasu dari\u00a0<em>Manonmaniam Sundaranar University<\/em>, India\u00a0yang akan mempresentasikan\u00a0<em>Herbal Biomedicines: A Sustainable Solution for Aquaculture<\/em>\u00a0<em>Industry<\/em>\u00a0dan Prof Yuji Oshima dari Kyushu\u00a0<em>University<\/em>\u00a0&#8211; Japan dengan makalah \u201c<em>Fish Environmmental<\/em>\u00a0<em>Science<\/em>\u201d. Kartik Baruah dari\u00a0<em>Swedish University of Agricultural Sciences\u00a0&#8211;\u00a0<\/em>\u00a0Sweden\u00a0akan tampil memaparkan \u201c<em>Crustacean Microbiology and<\/em>\u00a0<em>Immunology<\/em>\u201d, sedangkan Habil Sonja Kleinertz dari\u00a0<em>DAAD Fellow Faculty of Fisheries and Marine Science\u00a0<\/em>IPB\u00a0membawakan materi \u201c<em>Use and control of parasites in mariculture<\/em>\u201d.<\/p>\n<p>Departemen BDP telah berhasil menyelenggarakan lima kali Simposium Bioteknologi Akuakultur Nasional yaitu setiap dua tahun sekali (2006-2014) dan sejak 2016 penyelenggaraan ditingkatkan menjadi\u00a0<em>International Conference on Aquaculture Biotechnology (ICAB)<\/em>, yang mendapat tanggapan sangat baik dari\u00a0<em>stakeholder\u00a0<\/em>bidang akuakultur di Indonesia dan telah dihadiri oleh lebih dari 250 peserta pada setiap kegiatannya<\/p>\n<p>Peserta dalam simposium ini berasal dari berbagai latar belakang yaitu perguruan tinggi\/universitas, lembaga penelitian, mahasiswa, instansi pemerintah, pengusaha dan\u00a0<em>stakeholder\u00a0<\/em>terkait lainnya dalam industri akuakultur. Simposium sebelumnya, sekitar 50 presentasi oral dan 20 poster disajikan oleh berbagai penulis. Simposium ini juga didukung oleh 35 sponsor yang berasal dari pemerintah dan swasta.<\/p>\n<p>Sumber :<\/p>\n<ol>\n<li><a href=\"https:\/\/tabloidsinartani.com\/detail\/indeks\/tekno-lingkungan\/6958-Bioteknologi-Jembatan-Penghubung-Akuakultur-dengan-Industri\" target=\"_blank\">Bioteknologi, Jembatan Penghubung Akuakultur dengan Industri<\/a><\/li>\n<\/ol>\n<p>2. <a href=\"https:\/\/www.pertanianku.com\/akuakultur-industri-pangan-yang-paling-cepat-berkembang\/\" target=\"_blank\">Akuakultur, Industri Pangan yang Paling Cepat Berkembang<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Departemen Budidaya Perairan (BDP) dan\u00a0Indonesian Society for Scientific Aquaculture\u00a0(ISSA) pada tanggal 11 dan 12 Oktober 2018 mengadakan konferensi internasional untuk kedua kalinya, yaitu\u00a0International Conference on Aquaculture Biotechnology\u00a0bertempat di Gedung IICC, Botani Square, Baranangsiang, Bogor. Kegiatan dua tahunan ini merupakan upaya untuk menjembatani dunia sains dengan industri akuakultur, yaitu suatu bidang produksi pangan yang\u00a0telah memainkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[226,220],"tags":[228,240,238],"class_list":["post-3048","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","category-issa","tag-berita","tag-bioteknologi","tag-icab-2018"],"views":7,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3048","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3048"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3048\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3048"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3048"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3048"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}