{"id":642,"date":"2016-02-08T17:34:59","date_gmt":"2016-02-08T17:34:59","guid":{"rendered":"http:\/\/localhost\/bdppress\/?page_id=642"},"modified":"2017-04-20T05:59:08","modified_gmt":"2017-04-20T05:59:08","slug":"642-2","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/?page_id=642","title":{"rendered":"Penelitian Dosen"},"content":{"rendered":"<p>Penelitian :<\/p>\n<table width=\"488\">\n<tbody>\n<tr style=\"background-color: #2598b8;\">\n<td width=\"409\"><strong>Judul<\/strong><\/td>\n<td style=\"text-align: center;\" width=\"79\"><strong>DIVISI<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Pertumbuhan, Efisiensi Pakan, Kelangsungan Hidup, dan Tingkat Stres Ikan Mas Cyprinus carpio L. Transgenik Hormon Pertumbuhan pada Pemeliharaan Suhu Rendah<\/td>\n<td style=\"text-align: center;\" rowspan=\"18\">genetik<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Maskulinisasi Belut Sawah Monopterus albus Melalui Penyuntikan 17 alpa-Metiltestoteron dan Peningkatan Suhu<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Rematurasi Ikan Mas Koki Carassius auratus dengan Penambahan Minyak Buah Merah Pandanus canoideus melalui Pakan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Kinerja Pertumbuhan Ikan Nila yang Diberi Pakan dengan Kadar Protein Berbeda dan Diperkaya Hormon Pertumbuhan Rekombinan Ikan Kerapu Kertang<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Rekayasa Rematurasi Ikan Betok (Anabas testudineus) Menggunakan Hormon OODEV pada Dosis Berbeda Melalui Penyuntikan dengan Rentang Waktu 6 Hari<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Performa Pertumbuhan dan Daya Tahan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) FI Hasil Seleksi Berbasis Marka MHCI terhadap Penyakit Streptococcosis<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Hubungan antara Perendaman Induk Betina Menggunakan Ekstrak Purwoceng (Pimpinella alpina) dengan Nisbah Kelamin Ikan Guppy (Poecilia reticulata)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Maturasi Ikan Patin Siam (Pangasionodon hypophthalmus) Menggunakan Premix Hormon Antidopamim dan PMSG di Luar Musim Pemijahan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Pematangan Gonad Calon Induk Ikan Patin Siam (Pangasionodon hypopthalmus) Menggunakan Hormon PMSG di Luar Musim Pemijahan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Induksi Maturasi Calon Induk Ikan Patin Siam Pangasianodon hypophthalmus di Luar Musim Pemijahan dengan Kombinasi Hormon Pregnant Mare Serum Gonadotropin (PMSG) dan Antidopamin<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Kualitas Gamet, Ekspresi, dan Transmisi Gen Glikoprotein-25 dan Pertumbuhan Ikan Mas Transgenik Generasi Kedua<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Pertumbuhan dan Reproduksi Induk Ikan Maanvis Disuntik Hormon Pertumbuhan Rekombinan Ikan Kerapu Kertang dengan Dosis Berbeda<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Performa Pemijahan Ikan Pelangi Iriatherina werneri dengan Perbedaan Lama Waktu Pengistirahatan Induk<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Maskulinisasi Ikan Pelangi (Iriatherina werneri) Melalui Perendaman Embrio dalam Ekstrak Tanaman Purwoceng (Pimpinella alpina)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Maskulinisasi Ikan Guppy (Poecilia reticulata) dengan Ekstrak Cabe Jawa (Piper retrofractum) Melalui Perendaman Induk Bunting<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Induksi Perkembangan Gonad Betina Ikan Gabus (Channa striata, Bloch) dengan Penyuntikan Hormon HCG dalam Wadah Budidaya<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Kualitas Telur Induk Ikan Lele pada Pemijahan Alami yang Dipelihara dengan Sistem Bioflok<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Agresivitas Ikan Cupang Betta splendens Jantan yang Diberi Hormon 17alpa-Metiltestosteron dengan Dosis dan Lama Waktu Perendaman Berbeda<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Aplikasi Probiotik, Prebiotik, dan Sinbiotik Melalui Pakan pada Udang Vaname Litopenaeus vannamei yang Dipelihara pada Jaring Hapa<\/td>\n<td style=\"text-align: center;\" rowspan=\"11\">Kesehatan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Penambahan Tepung Daun Mengkudu Morinda citrifolia L. pada Ikan Patin Pangasianodon hypophthalmus untuk Mencegah Infeksi Aeromonas hydrophila<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Persistensi Cacing Endoparasit Gnath0stoma sp. pada Belut Sawah Monopterus albus dan Pengendaliannya Meggunakan Mebenazole dan Ekstrak Batang Pisang Ambon Musa paradisiaca<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Uji Keamanan Lingkungan Vaksin DNA Anti_KHV: Uji In Vivo dengan Bakteri Aeromonas hydrophila In Vivo pada Periode Interaksi Berbeda<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Aplikasi Mikrokapsul Sinbiotik dengan Dosis Berbeda Melalui Pakan pada Pemeliharaan Ikan Mas (Cyprinus carpio)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Efektivitas Daun Sembukan (Paederia foetida) untuk Pencegahan Infeksi Bakteri Aeromonas hydrophila pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Melalui Pakan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Sintasan dan Pertumbuhan Larva Udang Vaname yang Diberi Mannanoligosakarida (MOS) dengan Dosis Berbeda Melalui Artemia<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Sintasan dan Pertumbuhan Larva Udang Vaname yang Diberi Probiotik Psedoalteromonas 1UB dengan Dosis Berbeda Melalui Artemia sp.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Pemanfaatan Sekam Padi yang Difermentasi Rhizopus oligosporus dalam Pakan terhadap Pertumbuhan Ikan Nila<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Jenis dan Kelimpahan Bakteri pada Belut Sawah Monopterus albus Kondisi Sakit dan Sehat di Wilayah Jawa Barat<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Uji Potensi Transmisi Vaksin KHV GP25 pada Bakteri Flora Normal di Media Budidaya Ikan Mas Skala Lapangan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Pengaruh Salinitas terhadap Sintasan dan Pertumbuhan Ikan Benih Ikan Baby Dolphin Mormyrus longirostris<\/td>\n<td style=\"text-align: center;\" rowspan=\"19\"><strong>Lingkungan<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Penentuan Suhu Optimum untuk Meningkatkan Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Benih Kepiting Bakau Scylla serrata (Forskal) pada Media dengan Sistem Resirkulasi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Efektivitas Pemberian Hidrogen Peroksida terhadap Kualitas Media, Kelangsungan Hidup, dan Pertumbuhan Benih Ikan Patin Pangasius sp.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Pengaruh Tingkat Intensitas Cahaya Berbeda terhadap Pertumbuhan dan Sintasan Benih Ikan Gabus (Channa striata)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Teknologi Budidaya Udang Galah (Macrobrachium rosenbergii) dan Ikan Tambakan (Helostoma temmincki) secara Intensif Berbasis Integrated Multi Thropic Aquaculture (IMTA) dengan Kepadatan Berbeda<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Perbaikan Kualitas Air pada Pembesaran Udang Galah dengan Kepadatan Berbeda Berbasis Integrated Multi Tropic Aquaculture<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Karakteristik Lingkungan Tambak Tumpang Sari di Subang, Jawa Barat sebagai Acuan Pengembangan Kegiatan Budidaya Kepiting Bakau Scylla serrata<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Karakteristik Lingkungan Hutan Mangrove di Desa Mojo, Ulujami, Pemalang sebagai Acuan Kegiatan Aquasilviculture Kepiting Bakau Scylla serrata<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Karakteristik Habitat Alami Kepiting Bakau Scylla serrata di Desa Ujung Alang, Cilacap sebagai Acuan Kegiatan Aquasilviculture<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Efektivitas Penambahan Fe untuk Meningkatkan Kinerja Produksi Ikan Lele Clarias sp. pada Fase Pendederan<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Pemanfaatan Fitoremediator Eceng Gondok Eichornia crassipes dalam Produksi Ikan Nila Oreochromis niloticus Ukuran 5 cm<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Perbedaan Intensitas Cahaya terhadap Performa Pertumbuhan dan Sintasan Benih Ikan Sepat Siam Trichogaster pectoralis<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Pemanfaatan Limnobium sp. sebagai Fitoremediator pada Produksi Benih Ikan Nila (Oreochromis niloticus L.) Ukuran 4-5 cm<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Kinerja Produksi Benih Ikan Nila Oreochromis niloticus Ukuran 4-5 cm dengan Hydrilla Verticillata sebagai Fitoremediator<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Performa Sintasan dan Pertumbuhan Larva Ikan Gabus Channa striata pada Perlakuan pH yang Berbeda<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Penentuan Suhu Optimum untuk Pemeliharaan Larva Ikan Gabus Channa striata<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Sintasan dan Pertumbuhan Larva Ikan Gabus Channa striata pada Media Alkalinitas yang Berbeda<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Kualitas Media Budidaya dan Kinerja Pertumbuhan Udang Galah dan Ikan Tambakan yang Dipelihara dengan Sistem Polikultur IMTA dengan Kepadatan yang Berbeda<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Profil Kualitas Air pada Pemeliharaan Induk Ikan Lele Clarias sp. Sistem Bioflok.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Evaluasi Pemberian Ragi Bir Melaui Moina terhadap Kinerja Pertumbuhan Larva Ikan Lele Clarias sp.<\/td>\n<td style=\"text-align: center;\" rowspan=\"13\"><strong>Nutrisi<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Tingkat Keseragaman Benih Ikan Lele Clarias sp. yang Diberi Artemia dengan Periode Berbeda<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Evaluasi Kinerja Pertumbuhan Ikan Patin Pangasius sp. yang Diberi Pakan dengan Kandungan Selenium Berbeda di Media Tercemar Kadmium (Cd)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Kinerja Pertumbuhan Ikan Nila (Oreochromis niloticus) yang Diberi Pakan dengan Kandungan Selenium Berbeda pada Media Pemeliharaan Tercemar Kadmium (Cd)<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Efektivitas Penambahan \u00df-glukan dan Vitamin C sebagai Feed Additive terhadap Kinerja Produksi Ikan Lele Clarias sp.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Efektivitas Penggunaan Sekam Padi yang Difermentasi Trichoderma reesei dalam Pakan terhadap Pertumbuhan Ikan Nila<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Efektivitas Penambahan Mannan Oligosakarida dan Vitamin C sebagai Feed Additive terhadap Kinerja Pertumbuhan Ikan Lele Clarias sp.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Kombinasi Cacing Sutra dan Pakan Buatan yang Ditambah Probiotik pada Pemeliharaan Larva Ikan Lele Clarias sp.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Kualitas Larva Ikan Lele (Clarias sp.) yang Dipelihara dengan Sistem Bioflok<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Pengaruh Padat Penebaran dengan Ukuran yang Berbeda pada Sistem Pendederan terhadap Kinerja Pertumbuhan Benih Ikan Lele Clarias sp.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Evaluasi Pemberian Artemia yang Diperkaya Sumber Asam Lemak Esensial terhadap Kinerja Produksi Larva Ikan Lele<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Kinerja Pertumbuhan dan Gambaran Darah Ikan Lele (Clarias sp.) yang Diberi Pakan yang Difermentasi Kapang Laut EN<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Evaluasi Kualitas Pakan Berbeda Terhadap Kinerja Pertumbuhan Ikan Mas Cyprinus carpio<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Produksi Ikan Neon Tetra (Paracheirodon innesi) Ukuran M pada Suhu Ruang Hingga 32o C<\/td>\n<td style=\"text-align: center;\" rowspan=\"16\"><strong>Sistek<\/strong><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Kinerja Produksi Ikan Rainbow Kurumoi Melanotaenia parva pada Sistem Resirkulasi dengan Filter Cangkang Kerang Simping, Kerang Darah, dan Kerang Hijau<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Pematangan Kelamin dan Pemijahan Induk Ikan Betutu Oxyeleotris marmorata dalam Wadah Terbatas dengan Sistem Semi Indoor dan Pemberian Pakan yang Berbeda<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Kinerja Produksi Budidaya Cacing Oligochaeta dengan Sistem Sirkulasi dan Resirkulasi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Produksi dan Analisis Usaha Pendederan Ikan Synodontis Ukuran 1 Inci dengan Padat Tebar Berbeda<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Produksi Larva Ikan Lele Sangkuriang Clarias sp. dari Ukuran Induk 0,8-1,5 kg dengan Pemberian Pakan Awal Cacing Sutera dan Moina sp.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Produksi Koridoras Albino Corydoras aeneus pada Pergantian Air 10%, 20%, dan 30%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Produksi Ikan Sumatra (Puntius tetrazona) pada Padat Penebaran 5, 10, 15, dan 20 Ekor\/liter dalam Sistem Resirkulasi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Kinerja Produksi Ikan Sidat Anguilla bicolor bicolor dengan Pakan Berprotein 38,5%, 42,5%, dan 46,5% pada Sistem Air Mengalir<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Produksi Pendederan Ikan Ctenopoma Ctenopoma acutirostre pada Padat Tebar Berbeda dan Pergantian Air 30%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Kinerja Produksi Ikan Sidat (Anguilla bicolor bicolor) Berbobot Awal 2 g\/ekor dengan Pergantian Air 5%, 10%, 15%, dan 20% per Hari pada Sistem Resirkulasi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Pengendalian Kanibalisme pada Pemeliharaan Benih Ikan Gabus (Channa striata) dengan Padat Tebar yang Berbeda dalam Sistem Resirkulasi<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Produksi Pendederan Ikan Ctenopoma (Ctenopoma acutirostre) dengan Pergantian Air 45%<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Kinerja Produksi Ikan Belut Sawah Monopterus albus Ukuran Awal 11 g\/ekor pada Ketinggian Air Berbeda 5 cm, 10 cm, 15 cm, dan 20 cm<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Kinerja Produksi Elver Ikan Sidat Anguilla bicolor bicolor Ukuran Awal 8 gram\/ekor pada Sistem Resirkulasi dengan Pergantian Air 5%, 10%, 15%, dan 20%.<\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td width=\"409\">Produksi Pendederan Ikan Ctenopoma (Ctenopoma acutirostre) Dengan Pergantian Air 15%<\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penelitian : Judul DIVISI Pertumbuhan, Efisiensi Pakan, Kelangsungan Hidup, dan Tingkat Stres Ikan Mas Cyprinus carpio L. Transgenik Hormon Pertumbuhan pada Pemeliharaan Suhu Rendah genetik Maskulinisasi Belut Sawah Monopterus albus Melalui Penyuntikan 17 alpa-Metiltestoteron dan Peningkatan Suhu Rematurasi Ikan Mas Koki Carassius auratus dengan Penambahan Minyak Buah Merah Pandanus canoideus melalui Pakan Kinerja Pertumbuhan Ikan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":{"footnotes":""},"class_list":["post-642","page","type-page","status-publish","hentry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/642","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=642"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/pages\/642\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/bdp.ipb.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=642"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}